Dua Umur, Satu Orang

Saya punya teman kuliah asal Korea Selatan. Setiap kali ditanya umur, dia sering menjawab dua angka berbeda tergantung konteksnya — satu untuk teman-teman internasional, satu lagi untuk keluarganya di rumah. Awalnya saya pikir dia bercanda. Ternyata tidak.

Bagaimana Sistem Umur Tradisional Korea Bekerja

Di Korea, ada sistem penghitungan umur tradisional yang berbeda dari cara kita menghitung umur di Indonesia. Begitu lahir, seorang bayi langsung dianggap berumur satu tahun — bukan nol tahun seperti yang kita pakai. Lalu, umurnya bertambah setiap tanggal 1 Januari, bukan pada hari ulang tahunnya sendiri. Jadi kalau ada bayi yang lahir tanggal 30 Desember, dua hari kemudian, saat tahun baru, umurnya langsung "naik" jadi dua tahun menurut sistem ini — padahal secara internasional dia baru berumur dua hari.

Perubahan Resmi Sejak 2023

Untungnya, sejak Juni 2023, pemerintah Korea Selatan resmi mengganti sistem ini untuk keperluan hukum dan administrasi, dan sekarang menggunakan sistem usia internasional seperti yang kita pakai — dihitung dari tanggal lahir, bertambah pada hari ulang tahun. Tapi sistem lama masih sering dipakai secara informal, terutama oleh generasi yang lebih tua.

Umur Bukan Angka yang Seobjektif Kelihatannya

Yang menarik dari cerita ini, buat saya, bukan soal Korea saja — tapi bagaimana sesuatu yang terasa "pasti" seperti umur, ternyata bisa dihitung dengan cara yang sangat berbeda tergantung budaya. Kita menganggap umur sebagai angka objektif, padahal itu sebenarnya konvensi yang kita sepakati bersama.

Ngomong-ngomong, kalau kalian penasaran berapa umur kalian secara internasional — dalam tahun, bulan, bahkan hari — kalkulator umur di Agecheckr.com bisa menghitungnya secara otomatis, cukup dengan memasukkan tanggal lahir.